Tips Overclock

18 06 2008

Seiring perkembangan teknologi computer yang sangat cepat, kadang2 membuat kita harus terus meng-upgrade beberapa hardware yg kita miliki. Hal ini tidak masalah bagi yang berkocek tebal. Namun bagaimana dengan kita seperti saya dengan kocek yang pas2an.

Tentunya sulit untuk terus membeli peripheral baru secara kontinyu. Jalan satu2nya adalah dengan tunning hardware/overclocking, terutama pada processor untuk meningkatkan kinerjanya. Hal ini tidaklah sulit bagi siapapun aslkan dilakukan dengan cara yang benar.

Berikut ini beberapa tips yang dapat saya sampaikan untuk mencapai kestabilan dalam melakukan overclocking.
1. PENDINGINAN
Semakin dingin sebuah system (batas kewajaran) maka akan semakin sstabil system tersebut. Pengamplasan pada permukaan head processor dan permukaan headsing secara halus/rata (sehingga kedua permukaan dapat menempel secara menyeluruh) dapat menambah efek pendinginan pada processor. Begitu juga penggunaan headsing yang besar, kipas dengan kecepatan tinggi (diperhatikan arah semburan angin agar benar2 mengenai headsing), pemakaian thermal paste untuk memastikan permukaan processor dengan headsing saling menempel, kipas pada casing, adalah hal2 yang dapat membantu pada proses pendinginan system kita.

2. PENYESUAIAN TEGANGAN LISTRIK
Pada saat overclocking, system membutuhkan tegangan yang lebih tinggi agar dapat beroperasi dengan baik/normal. Beberapa motherboard memang menyediakan fasilitas penambahan tegangan listrik untuk processor, beberapa bahkan dapat menambah tegangan listrik untuk chipset motherboard. Namun perlu diingat bahwa penambahan tegangan listrik akan mengakibatkan penambahan suhu pada system. Untuk itu perlu disesuaikan kebutuhan tegangan listrik untuk system.

3. PERIPHERAL PENDUKUNG OVERCLOCKING
Saat overclocking ada kalanya kecepatan FSB yang digunakan melampaui batas normal. Ada beberapa peripheral yang dapat bekerja saat FSB tinggi, namun ada juga yang tidak. Bila hardisk tidak mampu digunakan pada FSB tinggi maka kemungkinan seluruh isi hardisk atau system akan terhapus. Demikian pula dengan memory card (RAM), bila tidak kuat akan mengakibatkan hang saat booting. Hal yang paling mengerikan adalah pada VGA card. Jika peripheral ini tidak mampu untuk beroperasi pada FSB tinggi, maka kemungkinan kita relakan saja kepergiannya. Jadi intinya kenalilah dulu system dan hardware kita. Kalau bisa gunakan peripheral yang bermutu tinggi dan berhati2 dalam overclocking.

4. Selamat Mencoba





Tips perawatan VGA

18 06 2008

VGA

Saat ini banyak bermunculan kartu2 grafis dengan berbagi merk/chipset, misal Riva TNT, savage, G-Force, Voodoo, dll. Mereka menawarkan fitur2 yg sangat bagus sesuai dgn teknologi sekarang. Pada prinsipnya kemajuan teknologi yg mereka tawarkan adalah tuntutan dari para konsumen yg membutuhkan tampilan grafis menarik (3D).

Apabila kita sebagai seorang konsumen yg harus terus mengikuti kemajuan kartu grafis yang sangat pesat dengan membelinya, tentu akan membuat kita kedodoran. Apalagi kartu grafis kita tergolong ketinggalan !!! wah sungguh ironis. Namun demikian kita dapat memelihara kartu grafis kita dengan beberapa perawatan yang baik supay tidak cepat rusak. Caranya adalah sebagai berikut :

1. Kenali tipe VGA yang kita miliki, apakah memakai card PCI ataukah AGP. Kemudian kenali juga chipset VGA kita (ini penting untuk update drivernya)
2. Jangan sering mencopot card VGA, ini bisa merusak konektor di motherboard juga pin pada VGA.
3. Usahakan chipset VGA selalu dingin (memperpanjang umur VGA) dengan memberi heatsing yang baik. Bila perlu tambahkan fan kecil untuk mendinginkan heatsing. Hal ini juga dapat menstabilkan kerja dari kartu grafis.
4. Gunakan fungsi VGA dgn semestinya. Jangan terlalu dipaksakan untuk fungsi tampilan yang lebih tinggi, misal dengan tampilan yg full 3D (kerja VGA jadi berat).
5. Gunakanlah driver VGA terbaru (bisa diperoleh dari situs pembuatnya atau dari toko penjualnya). Atau minimal gunakan driver yang sesuai dengan VGA yg kita miliki. Sehingga VGA dapat berfungsi dengan baik.





Menjalankan OS dari USB Flash Disk

31 05 2008

Setelah hampir sebulan nggak ngeposting artikel ke blog ini dikarenakan kesibukan yang cukup banyak menyita waktu, kemaren dapet artikel menarik untuk membuat UFD bootable atau menjalankan OS dari flash disk. Dapet dari PC media mungkin sangat berguna ketika kita ‘kepenthok’ udah nggak punya disket (katanya emang sekarang udah nggak diproduksi lagi) dan cd bootable, bahkan kini gua baru mencoba membuat XP (mini xp) dari UFD.

========================
Anda sudah pernah booting dari CD dan floppy disk, tetapi bagaimana dengan USB Flash Disk? Penggunaan mereka sebagai tempat penyimpanan file semakin meningkat, tetapi kemampuannya sebagai perangkat bootable relative belum diketahui. Kita lihat bagaimana…

1. Periksa Kompatibilitas BIOS
Jalankan PC Anda dan sebelum Windows boot, masuklah ke sistem BIOS dengan menekan tombol Delete, F2, F12, atau tombol apapun yang diperlukan oleh PC Anda. Bukalah tab atau menu Boot, cari opsi USB Boot dan ubah ke enable. Kemudian masuklah ke menu Boot Device Priority dan naikkan opsi USB device sehingga berada di atas harddisk Anda. Simpan perubahan yang Anda buat dan keluarlah dari BIOS. Biarkan Windows boot seperti biasanya dan persiapkan image operating system yang akan Anda gunakan.
2. Siapkan Image OS
Anda memerlukan file bootable untuk USB Flash Disk (UFD). File tersebut merupakan kunci starter untuk operating system yang ingin Anda boot dari UFD. OS yang bisa Anda boot dari UFD terbatas, ini karena kapasitas dari UFD itu sendiri dan file yang tersedia. DOS merupakan pilihan yang sudah pasti dan karena kebanyakan boot disk DOS hanya berukuran beberapa MB, Anda bisa memasukkan mereka ke UFD. Pilihan lainnya adalah Windows 98/Me start-up disk. Semua file yang dibutuhkan untuk itu bisa di-copy dari disket atau di-download.

3. Siapkan Utiliti yang Diperlukan
Windows tidak selalu bisa memformat UFD dan membuatnya bootable. WinImage merupakan utiliti yang bisa gunakan di sini. WinImage merupakan aplikasi shareware yang memungkinkan Anda untuk mentransfer file ISO image ke perangkat USB. Anda bisa men-download WinImage dari http://www.winimage.com. Utiliti lain untuk membuat bootable disk pada UFD adalah MKBT yang merupakan utility freeware. MKBT sedikit lebih sulit dibanding WinImage tetapi mempunyai fleksibilitas jauh lebih besar begitu Anda mengenalnya. MKBT dapat meginstalasi FAT, NTFS, atau RAW boot sector pada UFD. Anda bisa mendapatkan MKBT dari http://www.nu2.nu/mkbt.

4. Instalasi Utiliti untuk Transfer Image
Jika Anda men-download MKBT, maka yang kemudian perlu Anda lakukan hanyalah mengekstrak file download dan langsung saja jalankan program. Namun, hal sebaliknya terjadi bila Anda men-download WinImage. Klik ganda file instalasi dan kemudian pada kotak dialog yang muncul klik Next. Pada halaman Registrasi, kosongkan saja bagian Name dan Registration Code dan kemudian klik Next. Untuk langkah selanjutnya, Anda bisa mengikuti petunjuk yang diberikan. Sebagai contoh di sini kita akan menggunakan WinImage. (Perlu dicatat bahwa jika belum menggunakan registrasi Anda hanya bisa menggunakan WinImage selama 30 hari).

5. Transfer Image OS Ke UFD
Masukkan UFD ke salah satu slot USB pada PC Anda dan kemudian jalankan utiliti yang akan digunakan untuk mentransfer boot file. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa contoh di sini menggunakan WinImage, oleh karena itu langsung saja jalankan program. Pada menu File pilih Open. Cari file image yang telah Anda siapkan sebelumnya pada langkah 2 dan kemudian klik Open. Pada menu Disk dan kemudian klik perangkat USB Anda. Buka kembali menu Disk dan kemudian klik Write Disk. Pastikan tidak ada yang penting karena semua file yang terdapat pada UFD akan terhapus.

6. Boot Komputer dengan UFD
UFD Anda sekarang telah menjadi bootable disk, sehingga biarkan tercolok pada PC Anda dan restart. Asalkan Anda telah menaikkan urutan prioritas boot perangkat USB di atas harddisk, sistem Anda akan boot ke DOS/Windows dari UFD. Untuk memasukkan bootable OS yang lain ke dalam UFD Anda, ulangi langkah sebelumnya. Download, ekstrak, dan copy files system yang dibutuhkan ke UFD Anda. Jika Anda men-download file ISO (atau image yang lain, gunakan WinImage atau MKBT untuk mentransfer file image ke UFD Anda).

HP Format Tool dan Download Image
Windows tidak selalu bisa memformat USB Flash Disk (UFD) dan membuatnya bootable. Tool lain yang dapat Anda gunakan adalah HP USB Disk Storage Format Tool. Meskipun disebutkan sebagai “Windows-based format utility for HP Drive Key or DiskOnKey USB device,” program tersebut dapat bekerja dengan sebagian besar perangkat UFD. Jika program tidak dapat mengenali UFD yang Anda gunakan, maka Anda bisa menggunakan WinImage atau MKBT. Jika Anda tidak mempunyai disket bootable atau image OS yang ingin digunakan, kunjungi http://www.bootdisk.com untuk men-download image start-up disk dari beberapa versi DOS dan OS lainnya.





Trik Menggunakan CD-R supaya dapat ditulisi berulang-ulang

17 05 2008

Trik Menggunakan CD-R supaya dapat ditulisi berulang-ulang

Selama ini ternyata saya tertipu dan menjadi orang boros karena membeli CD-R dalam jumlah besar karena saya berpikir CD-R hanya dapat ditulisi sekali saja.. dan ternyata itu salah!!
Trik yang saya sampaikan ini menggunakan software Ahead Nero Burning Rom 5 bawaan CDRW LiteOn saya.
Selama beberapa bulan saya telah menggunakannya dan membackup data-data ke CD-R. Saya menggunakan CD-R tidak maksimal karena seringkali mengisinya dengan data beberapa MB saja walaupun kapasitas CD-R bisa mencapai 700 MB. Mengapa? Karena saya tidak tahu ternyata CD-R dapat ditulisi berulang-ulang selama kapasitasnya belum penuh.
Lalu bagaimana caranya menggunakan ulang CD-R tersebut? Ternyata mudah kok.. Ikuti langkah-langkah berikut:
1. Anda buka program Ahead Nero Burning ROM di mana CD-R “bekas” Anda sudah dimasukkan ke CDRW.
2. Klik File > New sehingga menampilkan Wizard
3. Apabila Anda tidak mendapati tampilan wizard tetapi tampilan kotak dialog dengan tab-tab di atasnya maka Anda klik tombol Wizard di sebelah kanan.
4. Pilih Compile New CD. Perhatikan gambar berikut:

5. Pilih Data CD. Perhatikan gambar berikut:

6. Pilih Continue with Existing Data-CD (Multisession) Disk.

7. Tekan tombol Finish
8. Pilih Session terakhir yang menunjukkan status penulisan data ke CD yang terakhir, lalu tekan OK

9. Tunggu sebentar untuk proses “refresh” dari Nero untuk mencek penulisan data terakhir sehingga Anda dapat menambah data baru ke CD-R sehingga menampilkan windows kecil dengan pesan seperti gambar berikut.

10. Lalu Anda lanjutkan penggunaan CD-R sebagaimana biasanya dengan menambahkan data dari File Manager ke CD-R Anda dengan Nero.
11. Dan akhirnya Anda tidak perlu boros CD-R lagi……





Tiga hal aneh dalam Microsoft

17 05 2008

Tiga hal aneh dalam Microsoft
Mungkin ada yang sudah pernah mendengar beberapa hal aneh dalam Microsoft [Windows]. Saya sudah mencoba sendiri dan ternyata benar.

Aneh 1
Anda tidak akan bisa membuat folder dengan nama CON di mana saja. Silahkan dicoba jika tidak percaya.

Aneh 2
Bagi anda pengguna sistem operasi Windows, coba lakukan langkah berikut:
1. Buka Notepad
2. Tulis “Bush hid the facts” (tanpa tanda kutip)
3. Simpan dimana saja
4. Close dan buka lagi.
Anda akan melihat text yang tersimpan tadi menjadi karakter aneh. Silahkan dicoba

Aneh 3

Dikatakan bahwa ini ditemukan oleh orang Brasil, silahkan dicoba sendiri.
Buka Microsoft Word dan ketik
=rand (100, 99)
Kemudian tekan ENTER
Lihat hasilnya

Ada yang mengatakan bahwa keanehan hal-hal tersebut tidak ada yang bisa menjelaskan. Ternyata jawabannya sudah saya temukan. Anda tahu jawabannya ?