Cara membuka 3GP, DVD, dll dengan Windows Media Player biasa

10 05 2008

Pernahkah Anda download video dari Internet tetapi Anda tidak bisa membukanya? Atau Anda mencari program untuk membuka file 3GP dari handphone? Atau Anda menghadapi masalah karena setiap kali membuka film tertentu komputer minta “download codec” atau koneksi Internet? Penyebab masalah Anda adalah karena codec yang diperlukan tidak ada di komputer Anda.

Solusinya adalah dengan mendownload codec dan menginstallnya di komputer Anda. Salah satu codec yang cukup bagus. Anda bisa download Storm Codec di sini. Jika komputer Anda belum terinstall Windows Media Player, silakan download Windows Media Player 11 di sini. Setelah Anda menginstall storm codec di komputer Anda, Windows Media Player Anda bisa membuka file-file yang sebelumnya tidak bisa dibuka dengan Windows Media Player Biasa. Storm Codec juga akan menginstall Windows Media Player Classic yang lebih ringan.

Storm Codec (freeware alias gratis) mendukung ratusan tipe file, sehingga Anda tidak perlu menginstall bermacam-macam software untuk membuka tipe file yang berbeda. Format yang didukung Storm Codec:

  • VCD/DVD
  • RealMedia
  • QuickTime
  • MPEG-2, MPEG-4 (DivX, XviD, 3ivx, MP4, FFGS, H264…)
  • AC3/DTS/LPCM
  • VP3/VP6
  • HDTV
  • Theora
  • TTL2
  • APE
  • FLAC
  • AAC
  • Subtitles
  • OGG/OGM
  • Matroska
  • MPC
  • Voxware
  • FLC
  • 3GP/AMR
  • dan lain-lain

Codec yang ada di dalam Storm Codec (terurut abjad):

.RAM file Parser, 9×8Resize,

AAC Parser, AC3 Parser Filter, ACELP.net Sipro Lab Audio Decoder, ACM Wrapper, Allocator Fix, ASF ACM Handler, ASF DIB Handler, ASF DJPEG Handler, ASF embedded stuff Handler, ASF ICM Handler, ASF JPEG Handler, ASF URL Handler, ASX file Parser, ASX v.2 file Parser, AVI Decompressor, AVI Draw, AVI Mux, AVI Splitter, Bitmap Generate,

CCITT A-Law, CCITT u-Law, Cinepak Codec by Radius, C-Media Wave Device, Color Space Converter, CoreAVC Video Decoder, CoreFLAC Audio Decoder, CyberLink Video/SP Decoder (OEM),

Decrypt/Tag, Default DirectSound Device, Default MidiOut Device, Default WaveOut Device, DirectSound: C-Media Wave Device, DirectVobSub, DirectVobSub (auto-loading version), DSP Group TrueSpeech(TM),
DSP Group TrueSpeech(TM) Audio Codec for MSACM V3.50, DV Splitter, DV Video Decoder,

ffdshow Audio Decoder, ffdshow Audio Processor, ffdshow MPEG-4 Video Decoder, ffdshow raw video filter, ffdshow Video Codec, ffdshow video encoder, File stream renderer, File writer, Frame Eater, Full Screen Renderer,

G.711 Codec, GSM 6.10, H264 Decoder DMO, H26L Decompressor, H26L DecompressorRGB, Haali Matroska Muxer, Haali Media Splitter (AR), Haali Video Renderer, Haali Video Sink, IAC2, IMA ADPCM, IMA ADPCM CODEC for MSACM,

Indeo® audio software, Indeo® audio software, Indeo® video 4.4 Compression Filter, Indeo® video 4.4 Decompression Filter, Indeo® video 5.10 Compression Filter, Indeo® Video 5.2 Compression Filter, Indeo® Video 5.2 Decompression Filter, Infinite Pin Tee Filter, Intel 4:2:0 Video V2.50, Intel Indeo(R) Video R3.2, Intel Indeo® Video 4.5, Intel IYUV codec, Internal Script Command Renderer, Ligos Indeo® XP Video 5.2, Line 21 Decoder, Line 21 Decoder 2,

Microsoft ADPCM, Microsoft ADPCM CODEC for MSACM, Microsoft CCITT G.711 (A-Law and u-Law) CODEC for MSACM, Microsoft CCITT G.711 (A-Law and u-Law) CODEC for MSACM, Microsoft G.723.1, Microsoft G.723.1 CODEC for MSACM, Microsoft GS Wavetable SW Synth, Microsoft GSM 6.10 Audio CODEC for MSACM, Microsoft H.261 Video Codec, Microsoft H.263 Video Codec, Microsoft MPEG-4 Video Codec V1,

Microsoft MPEG-4 Video Codec V2, Microsoft MPEG-4 Video Decompressor, Microsoft RLE, Microsoft Screen Video Decompressor, Microsoft Video 1, MIDI Parser, MJPEG Decompressor, MPEG Audio Decoder, MPEG Layer-3, MPEG Layer-3 Audio Codec for MSACM, MPEG Layer-3 Decoder, MPEG Video Decoder, MPEG-2 Demultiplexer, MPEG-2 Splitter, Mpeg4 Decoder DMO, Mpeg43 Decoder DMO, Mpeg4s Decoder DMO, MPEG-I Stream Splitter, Multi-file Parser, NSC file Parser, Null Renderer, NVIDIA Video Decoder,

Ogg Vorbis (mode1), Ogg Vorbis (mode1+), Ogg Vorbis (mode2), Ogg Vorbis (mode2+), Ogg Vorbis (mode3), Ogg Vorbis (mode3+), Ogg Vorbis CODEC for MSACM, Ogg Vorbis CODEC for MSACM, Ogg Vorbis CODEC for MSACM, Ogg Vorbis CODEC for MSACM, Ogg Vorbis CODEC for MSACM, Ogg Vorbis CODEC for MSACM,Overlay Mixer2,

PCM, Pmp Splitter, QT Decompressor, QuickTime Movie Parser, RealAudio Decoder, RealMedia Splitter, RealVideo Decoder, Record Queue, SAMI (CC) Parser, SampleGrabber, SHN to Wave Filter, Smart Tee, Stretch Video, True Audio Splitter, TTL2 Decompressor, TTL2 DecompressorRGB, Uncompressed Domain Shot Detection Filter,

VBI Surface Allocator, VGA 16 Color Ditherer, VGM – Audio Decoder, VGM – BGR Converter, VGM – Splitter, VGM – Video Decoder, Video Mixing Renderer 9, Video Port Manager, Video Renderer, Video Renderer, Voxware Audio Compression Manager Driver, Voxware Audio Compression Manager Driver, Voxware Audio Compression Manager Driver, Voxware Audio Compression Manager Driver, Voxware MetaSound, Voxware MetaVoice, Voxware v1.1.6/1.1.8 File-Mode Codecs, Voxware v1.1.8 Bitstream-Mode Codecs,

VP60® Simple Profile, VP61® Advanced Profile, VP62® Heightened Sharpness Profile, VP62® Heightened Sharpness Profile, VP62® Heightened Sharpness Profile, VP70® General Profile,

Wave Parser, WIA Stream Snapshot Filter, Windows Media Audio, Windows Media Audio, Windows Media Audio Decoder, Windows Media Audio V1, Windows Media Audio V2, Windows Media Multiplexer,Windows Media Update Filter, Windows Media Video Decoder, Windows Media Video Decoder, WMAPro over S/PDIF DMO, WMAudio Decoder DMO, WMSpeech Decoder DMO, WMT AudioAnalyzer, WMT Black Frame Generator, WMT DirectX Transform Wrapper, WMT DV Extract, WMT Format Conversion, WMT Interlacer, WMT Log Filter, WMT Sample Information Filter, WMT Switch Filter, WMT VIH2 Fix, WMT Virtual Renderer, WMT Volume, WMV Screen decoder DMO, WMVideo Advanced Decoder DMO, WMVideo Decoder DMO, WST Decoder,

XEBDAD Audio Decoder, XEBDSP, XML Playlist, XviD MPEG-4 Codec, XviD MPEG-4 Video Decoder





Mengintip Password Linux

10 05 2008

Jika anda sebagai administrator system Linux maka anda akan mendapat sedikit tips yang akan saya share disini.
Semua orang yang sering menggunakan komputer pasti sudah tahu bahwa password digunakan untuk mengenal user yang berhak (valid user) dalam memasuki system atau aplikasi.

Sebelumnya dapat anda lihat sekilas cara penyerangan passwor

1.Pertama sekali serangan yang paling sering dilakukan adalah dengan menebak password yang ada. Memang kadang hal ini bekerja dengan baik tetapi dengan catatan si administrator atau user memiliki password yang lemah (mudah ditebak) atau tidak memiliki password (blank password).

2

Cara kedua ini mungkin akan lebih mudah anda praktek-kan. Saya tidak akan mengajarkan kepada anda secara tehnikal karena saya yakin sekali anda sekalian pasti sudah sangat pintar untuk hal ini (bagi yang sering mengunjungi site Jasakom). Karena cara tehnikalnya cukup banyak dan merupakan kombinasi dari tehnik hacking yang ada di artikel-artikel terdahulu, masalahnya adalah bagaimana kreatifitas anda saja.
Ok, jika anda sebagai penyerang (attacker) anda tentu memiliki target. Dan tentunya anda pasti akan mempelajari target person anda, mengamati kapan, dimana, siapa dia, dan sering dimana orang tsb online. Benarkan ?
Pada umumnya password yang digunakan user pada system yang satu dengan yang lain adalah sama. Maka dengan mendapatkan password di system yang anda tahu (vulnerable) maka anda dapat mencobanya pada system atau media yang lain, yang mungkin telah anda ketahui, mis. pada e-mail, account di internet atau dimananpun juga. Cara kedua inilah yang disebut dengan “password cracking”.

Pada system UNIX atau Linux, password di encrypt dengan cara “one way hash” dimana anda dapat me-encrypt password tetapi tidak dapat me-decrypt nya kembali. Tetapi password tsb akan di sesuaikan pada saat anda log in, password encrypt yang anda ketikkan akan di bandingkan per byte dengan encryption yang ada di dalamnya, jika sesuai maka anda dapat masuk ke dalam system.

3

Selain penggunaan cara manual pendeteksian password, anda tentunya juga dapat menggunakan cara automatic yang dilakukan oleh tools password cracker.Dua password cracker yang paling terkenal pada system UNIX dan Linux adalah “Crack” dan “John the Ripper”.
Cara crack password tools tsb selalu dimulai dengan password yang sama dengan user nama atau blank dan kemudian baru diikuti dengan kemungkinan-kemungkinan lainnya.
Cara paling sering yang digunakan oleh hacker atau orang yang ingin menyerang anda tentunya ia akan mengopi file informasi pasword dan melakukan crack di systemnya sendiri.

4

“Password Dictionary Attack” yang menggunakan kata-kata yang sudah tercantum di dalam kamus untuk meng-crack password anda..Maka dari itu, untuk menjaga password anda agar susah untuk di crack, jangan lah menggunakan password yang terdapat pada kamus, gunakan kata-kata yang tidak umum.

5

Meode “Brute Force” merupakan password cracker yang paling bagus diantara cara-cara diatas. Password cracker ini akan mengkombinasikan karakter dan angka yang dimasukkan ke dalam array “a-z, A-Z, 0-9″, yang akan mulai dengan huruf a dan diikuti dengan huruf b dst, setelah mendapatkan karakter pertama maka akan diikuti dengan “aa”, “ab” sampai dengan password anda terdeteksi. Cara ini memang memerlukan waktu yang cukup lama.

Dari cara-cara diatas anda dapat lihat bahwa password apapun dapat ditemukan, masalahnya hanya pada waktu saja, cepat atau lambat. Ada beberapa cara aman yang dapat anda gunakan sebagai pencegahannya :

1

Miliki password yang lebih dari 8 karakter,

2

Hindari memiliki password yang kata yang dapat ditemukan di kamus.

3

Gunakan spesial karakter pada password anda, contoh pass.4.me#
Dari contoh tsb brute force tidak akan dapat mendeteksinya karena karakter yang jarang digunakan tidak akan di masukkan ke dalam array -nya.

4

Jika anda administrator dari suatu system di perusahaan maka anda harus sebagai motivator bagi para user untuk menggunakan password yang tidak mudah untuk dicrack.
Untuk mengetahui hal ini anda dapat menggunakan crack password pada system anda sehingga jika ada password user yang mudah di crack, anda akan mengetahuinya. Beritahukan kepada user anda bahwa passwordnya dapat dengan mudah di crack sehingga mendorong user-user tsb untuk menggantinya dengan yang lebih “hard to crack”. (bahkan password boss anda sekalipun)

Informasi tambahan:
Login information pada UNIX, dulunya di simpan pada file /etc/passwd. File tsb dapat dibaca semua user. Jika user menggunakan command :

ls -l

maka file /etc/passwd tsb dapat dibaca bahkan mengidentifikasikan owner dari semua file yang di listing di dalamnya seperti login name, user ID, Group ID, lokasi dari home directory, hanya saja password masih tidak terbaca. Tetapi dapat dengan mudah di crack.
Untuk memberikan solusi kepada masalah ini maka password informasion tsb di pindahkan ke file /etc/shadow. File ini hanya dapat terlihat oleh root. Password baru yang di masukkan ke file /etc/password akan di “tandai’ untuk menunjukkan bahwa lokasinya telah di pindahkan ke bagian shadow file.
Dengan memisahkan informasi dari dua file ini maka file informasi user tsb tidak dapat lagi dilihat oleh user yang login selain dari root.
Perlu anda ketahui bahwa shadow file tidak selalu enable by default.